Aksioma : sering juga disebut dengan postulat pernyataan yang diandaikan benar dalam sebuah sistem dan kebenaran itu diterima tanpa pembuktian. dalam geometri ruang ada 3 aksioma yang penting. Ketiga aksioma itu diperkenalkan oleh Euclides (kurang lebih 300 SM), seorang ahli matematika dari Alexandria.
Aksioma 1. Melalui 2 titik sembarang hanya dapat dibuat sebuah garis lurus.
Aksioma 2. Apabila sebuah garis dan sebuah bidang mempunyai dua titik persekutuan, maka garis itu seluruhnya terletak pada bidang.
Aksioma 3. Melalui 3 buah titik sembarang hanya dapat dibuat sebuah bidang.
Rabu, 23 Oktober 2013
Geometri, Garis, Bidang, Dan Sudut
Apa itu Geometri?
Geometri adalah ilmu yang mempelajari tentang bangun bangun ruang yang terdiri dari titik, garis, sudut, dan bidang atau sisi.
Sebelum kita belajar mendalam tentang geometri, kita harus tahu apa itu garis,bidang, dan sudut
Nah.....mari kita pelajari bersama....
Garis adalah dua buah titik yang dihubungkan satu dengan yang lainnya.
Macam-macam garis itu sendiri ada 4
1. Garis sejajar : yang mana apabila terdapat dua buah garis apabila dipanjangkan tidak akan bertemu atau berpotongan.
2. garis berpotongan : yang mana dua buah garis misal n dan m, dimana garis n melalui garis m dan memotong di titik A. maka dikatakan garis n dan m berpotongan di titik A.
3. Garis berimpit : yang mana ada dua buah garis yang letak dan posisinya sama, sehingga menyebabkan dua buah garis tersebut terlihat hanya satu, maka kedua garis tersebut dikatakan berhimpitan.
4. Garis tegak lurus : yang mana dua buah garis saling bertegak lurus dan membentuk sudut 90○.
Bidang atau sisi adalah beberapa garis yang dihubungkan dan membentuk sebuah bentuk misal persegi, segitiga, dll.
Sudut adalah suatu pojokan yang dibentuk oleh dua buah garis yang bertemu pada pangkalnya.
Macam-macam sudut
1. Sudut lancip : yang mana besar sudutnya kurang dari 90○.
2. Sudut Siku-siku : yang mana besar sudutnya sama dengan 90○.
3. Sudut tumpul : yang mana besar sudutnya lebih besar dari 90○.
Geometri adalah ilmu yang mempelajari tentang bangun bangun ruang yang terdiri dari titik, garis, sudut, dan bidang atau sisi.
Sebelum kita belajar mendalam tentang geometri, kita harus tahu apa itu garis,bidang, dan sudut
Nah.....mari kita pelajari bersama....
Garis adalah dua buah titik yang dihubungkan satu dengan yang lainnya.
Macam-macam garis itu sendiri ada 4
1. Garis sejajar : yang mana apabila terdapat dua buah garis apabila dipanjangkan tidak akan bertemu atau berpotongan.
2. garis berpotongan : yang mana dua buah garis misal n dan m, dimana garis n melalui garis m dan memotong di titik A. maka dikatakan garis n dan m berpotongan di titik A.
3. Garis berimpit : yang mana ada dua buah garis yang letak dan posisinya sama, sehingga menyebabkan dua buah garis tersebut terlihat hanya satu, maka kedua garis tersebut dikatakan berhimpitan.
4. Garis tegak lurus : yang mana dua buah garis saling bertegak lurus dan membentuk sudut 90○.
Bidang atau sisi adalah beberapa garis yang dihubungkan dan membentuk sebuah bentuk misal persegi, segitiga, dll.
Sudut adalah suatu pojokan yang dibentuk oleh dua buah garis yang bertemu pada pangkalnya.
Macam-macam sudut
1. Sudut lancip : yang mana besar sudutnya kurang dari 90○.
2. Sudut Siku-siku : yang mana besar sudutnya sama dengan 90○.
3. Sudut tumpul : yang mana besar sudutnya lebih besar dari 90○.
Selasa, 22 Oktober 2013
Menggairahkan
Ku katakan
Dan aku rasakan
Bahkan aku bayangkan
‘””””””ahhh,,,,,,,,,,,ahhhhhhh............ahhhhhhh””””’
Nikmatnya begitu menggairahkan
Elok lidahku berputar”cekkkk”,,,,,,
Bulukupun berdirian
Menyambut kenikmatan di angan
Hussssssssssssssstttttttt,...........
Suara angin menghantam
Membuat rambutku terhelai panjang
Elok gerak gerik tubuhkupun mulai melontar
WUUUUUUUUUUUUSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSTTTTTTTTTTT
Kakiku kram,susah untuk digerakkan
Karena tubuhku penuh dengan getaran
Dari atas kebawah aku pandang.......
Berirama seperti hatiku
“dhek,dhek,dhek,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Suara jarum jam
Karena aku kelaparannn,,,,,,,,MENUNGGU DAN MENUNGGU PENUH KETIDAK SABARAN
SAAT ADZAN DATANG
By.mamud
D’mamud ca’em putrie ketiga
Dan aku rasakan
Bahkan aku bayangkan
‘””””””ahhh,,,,,,,,,,,ahhhhhhh............ahhhhhhh””””’
Nikmatnya begitu menggairahkan
Elok lidahku berputar”cekkkk”,,,,,,
Bulukupun berdirian
Menyambut kenikmatan di angan
Hussssssssssssssstttttttt,...........
Suara angin menghantam
Membuat rambutku terhelai panjang
Elok gerak gerik tubuhkupun mulai melontar
WUUUUUUUUUUUUSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSTTTTTTTTTTT
Kakiku kram,susah untuk digerakkan
Karena tubuhku penuh dengan getaran
Dari atas kebawah aku pandang.......
Berirama seperti hatiku
“dhek,dhek,dhek,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Suara jarum jam
Karena aku kelaparannn,,,,,,,,MENUNGGU DAN MENUNGGU PENUH KETIDAK SABARAN
SAAT ADZAN DATANG
By.mamud
D’mamud ca’em putrie ketiga
Senin, 21 Oktober 2013
Bentuk Pangkat, Akar, dan Logaritma
Pangkat Negatif
Konsep pangkat bulat negatif dapat dipahami melalui konsep pangkat bulat positif. Pangkat bulat positif merupakan cara ringkas untuk menuliskan perkalian dari bilangan-bilangan yang sama. Perkalian bilangan yang sama dsbt sbg perkalian berulang. dana dapat menggunakan notasi bilangan berpangakat atau notasi eksponen.
Contoh : 2 x 2 x 2 = 2
Konsep pangkat bulat negatif dapat dipahami melalui konsep pangkat bulat positif. Pangkat bulat positif merupakan cara ringkas untuk menuliskan perkalian dari bilangan-bilangan yang sama. Perkalian bilangan yang sama dsbt sbg perkalian berulang. dana dapat menggunakan notasi bilangan berpangakat atau notasi eksponen.
Contoh : 2 x 2 x 2 = 2
Rabu, 16 Oktober 2013
Jalan Cinta
Cinta itu sederhana,
Jika engkau tidak mampu membuatnya tertawa,
Cukuplah untuk membuatnya tidak terluka karenamu
Awal mula jatuh cinta hanyalah sekedar bergurau dan coba coba,
Lambat laun menjadi asa dan bertambah ambisinya.
Sehingga pada akhirnya insan dimabuk cinta
Meskipun drajatnya setingkat raja
Pasti akan menjadi budak bagi kekasihnya
Laki laki dan perempuan adalah seperti sepasang sayap burung.
Jika kedua sayap sama kuatnya
Maka terbanglah burung itu ke puncak yang setinggi-tingginya.
Namun jika salah satu sayap itu patah
Maka tak dapatlah terbang burung tersebut menembus awan di angkasa
Ketika dimabuk cinta
Hampir tak meninggalkan jeda, sela, dan waktu tuk mengigaukannya
Hingga tak bisa membedakan pagi,siang, dan senja.
Namun semua itu tak kan indah tanpa kata setia.
Kesetiaan cinta teruji ketika cintamu tak tergoyahkan saat ia jauh di matamu.
Meski peluang berpaling sangatlah besar, engkau tetap KOKOH menjaga hatimu
Aku melihat gejolak cinta pada dunia nyata.
Awalnya manis terasa namun pada akhirnya begitu pahit rasanya dan sempit jalannya
Cinta dengan Kesadarannya
Seperti hari biasa,ia kayuh sepeda onthelny menuju kantor tercinta
Tak lupa kotak persegi yang selalu menemani hari’ny
Keluh kesah tak pernah ia lanturkan ,hanya senyuman yang selalu ia siratkan
“Keep smile”
Ia menerjang panasny terik matahari,derasny hujan,bahkan menahan lapar
Walau umurny sudah kepala 5.................
Ia kayuh sepeda memberikan kabar setia kepada semua pelangganny
Kring”kring”...........,....... suara khas milik pak maman
“pakkkkkkkkk,coming................
“ok....
Sinar terbenamny matharipun datang,pak maman yang sudah di tunggu” oleh pujaan hatiny serta cucu tercintany........
Grekkkk’”’ suara standar pak maman
“assalamu’alaikum.........
Dengan penuh senyuman ibu neneng menyambut suami tercintanya itu dan 1 gelas air putih untuk meredakan rasa dahaga yang suaminy rasa....
“ngkong,dude bulan depan semesteran ngkong,dude harus dapet peringkat pertama lagi ngkong.
“iya cuu’ belajar yang bener esok kan jadi orng yang tidak banyak mengeluarkan keringsat untuk mendapatkan uang “
Hari demi hari berlalu ,entah apa itu,,,,,,musibahkah,kebahagiaan kah,takdirkah??????
Bu neneng sosok cantik penuh kesabaran itu ada di ruang yang tak di inginkan semua pasient ketika d rumah sakitt............,.ICU
“tuhan inikah takdir yang akan memisahkanku dengan istriku??????
Penuh kesedihan,bapak yang sudah keriput itu adalah seorang yang pekerja keras,semenjak istrinya tiada pak maman sering menulis semua apa yang ia lalui,hari demi hari,bulan demi bulan,tahun ke tahun berlalu.......................
Kertas putih yang begitu indah penuh dengan karya tulis pak maman itu
MANUSIA HANYA SEORANG TITIPAN, SO................
JANGAN PERNAH TAKUT KEHILANGAN APA YANG KITA MILIKI”
Tahukah anda jika rasa sayangku tak kan pernah hilang kepada istriku tercinta?????
Karena ia bagaikann bidadari duniaku,dan takkan pernah ada yang bisa menggantikanny
Cintaku asmaraku,istriku jiwaku nafasny nafasku,tapi hidupny bukan hidupku............
By : Mudrikah
Senin, 14 Oktober 2013
Waktu
Pernahkah Anda bayangkan seberapa penting waktu ini dalam hidup kita masing-masing?
mari kita renungkan sejenak!
Pentingnya waktu 1 abad untuk sebuah pengabdian seorang keluarga budak.
Pentingnya waktu 1 windu untuk seorang yang belum di karuniai seorang anak.
Pentingnya waktu 1 tahun untuk seorang yang tidak naik kelas.
Pentingnya waktu 1 bulan untuk seorang yang mengalami keguguran & di PHK dari tempatnya kerja.
Pentingnya waktu 1 hari untuk seorang yang mengais-ais sampah untuk mencari sesuap nasi di kala hujan.
Pentingnya waktu 1 jam untuk seorang yang dalam perjalanan menuju Ibunya yang sedang sakaratul maut.
Pentingnya waktu 1 menit untuk seorang yang sedang menghadapi ujian CPNS.
Pentingnya waktu 1 detik untuk seorang yang tertabrak mobil atau mengalami kecelakaan.
Yang jadi pertanyaan adalah apakah kalian sudah menggunakan waktu yang tersisa dengan baik? Dan apakah kalian sudah menghargai pentingnya waktu yang kalian miliki???
RENUNGKAN.......
mari kita renungkan sejenak!
Pentingnya waktu 1 abad untuk sebuah pengabdian seorang keluarga budak.
Pentingnya waktu 1 windu untuk seorang yang belum di karuniai seorang anak.
Pentingnya waktu 1 tahun untuk seorang yang tidak naik kelas.
Pentingnya waktu 1 bulan untuk seorang yang mengalami keguguran & di PHK dari tempatnya kerja.
Pentingnya waktu 1 hari untuk seorang yang mengais-ais sampah untuk mencari sesuap nasi di kala hujan.
Pentingnya waktu 1 jam untuk seorang yang dalam perjalanan menuju Ibunya yang sedang sakaratul maut.
Pentingnya waktu 1 menit untuk seorang yang sedang menghadapi ujian CPNS.
Pentingnya waktu 1 detik untuk seorang yang tertabrak mobil atau mengalami kecelakaan.
Yang jadi pertanyaan adalah apakah kalian sudah menggunakan waktu yang tersisa dengan baik? Dan apakah kalian sudah menghargai pentingnya waktu yang kalian miliki???
RENUNGKAN...
Senin, 07 Oktober 2013
Lapar...
Lapar
Rita : Mas udah makan belom?
Ule : Belom dex, lagi males makan
Rita : Tu, ada tukang sate,
Ule : Adex laper...
Rita : Hu'umb...dari kmaren malem lom makan. Adex mesen 2 bungkus ya mas...
Ule : kok dua"an? mas kan g...
Rita :G enak makan sendiri....
Ule :(duiet w cukup g ya...)dalem hati
Ya udah dech pesen aja..
Rita : Enak mas...(makan lahap)
Ule : Trus yang 1 kenapa g di buka dex?
Rita : (Genggem kantong plastik /1 porsi yang belomn dibuka)
Em........kan kata mas, masnya udah makan...
yang laper kan Rita mas....
Ule :Nelen Ludah (Laper......,sejujurnya w kn belon makan.)
Rita : Mas udah makan belom?
Ule : Belom dex, lagi males makan
Rita : Tu, ada tukang sate,
Ule : Adex laper...
Rita : Hu'umb...dari kmaren malem lom makan. Adex mesen 2 bungkus ya mas...
Ule : kok dua"an? mas kan g...
Rita :G enak makan sendiri....
Ule :(duiet w cukup g ya...)dalem hati
Ya udah dech pesen aja..
Rita : Enak mas...(makan lahap)
Ule : Trus yang 1 kenapa g di buka dex?
Rita : (Genggem kantong plastik /1 porsi yang belomn dibuka)
Em........kan kata mas, masnya udah makan...
yang laper kan Rita mas....
Ule :Nelen Ludah (Laper......,sejujurnya w kn belon makan.)
Makalah Pendidikan Karakter STKIP Kusuma Negara
Disusun Oleh :
Siti Mahmudah
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kusuma Negara
Tahun 2013/2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Salah satu misi mewujudkan visi bangsa Indonesia masa depan telah termuat dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara yaitu mewujudkan sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin dan bertanggungjawab, berketerampilan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia Terlihat dengan jelas GBHN mengamanatkan arah kebijakan di bidang pendidikan yaitu: meningkatkan kemampuan akademik dan profesional serta meningkatkan jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan wibawa lembaga dan tenaga kependidikan; memberdayakan lembaga pendidikan baik sekolah maupun luar sekolah sebagai pusat pembudayaan nilai, sikap, dan kemampuan, serta meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat yang didukung oleh sarana dan prasarana memadai.
Sementara itu, UU 20 2003 tentang Sisdiknas menyatakan bahwa Pendidikan Nasional Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Berangkat dari hal tersebut diatas, secara formal upaya menyiapkan kondisi, sarana/prasarana, kegiatan, pendidikan, dan kurikulum yang mengarah kepada pembentukan watak dan budi pekerti generasi muda bangsa memiliki landasan yuridis yang kuat. Namun, sinyal tersebut baru disadari ketika terjadi krisis akhlak yang menerpa semua lapisan masyarakat. Tidak terkecuali juga pada anak-anak usia sekolah. Untuk mencegah lebih parahnya krisis akhlak, kini upaya tersebut mulai dirintis melalui pendidikan karakter bangsa. Dalam pemberian pendidikan karakter bangsa di sekolah, para pakar berbeda pendapat. Setidaknya ada tiga pendapat yang berkembang. Pertama, bahwa pendidikan karakter bangsa diberikan berdiri sendiri sebagai suatu mata pelajaran. Pendapat kedua, pendidikan karakter bangsa diberikan secara terintegrasi dalam mata pelajaran PKn, pendidikan agama, dan mata pelajaran lain yang relevan. Pendapat ketiga, pendidikan karakter bangsa terintegrasi ke dalam semua mata pelajaran.
1.2 TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini ialah :
1. Mengetahui pengertian pendidikan karakter
2. Mengetahui seberapa penting pendidikan karakter pada usia dini
3. Mengetahui peran guru dalam pendidikan karakter
1.3 RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah makalah ini adalah :
1. Apa pengertian dari pendidikan karakter ?
2. seberapa penting pendidikan karakter pada usia dini ?
3. Apa saja peran guru dalam pendidikan karakter ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENDIDIKAN KARAKTER
Pendidikan adalah proses internalisasi budaya ke dalam diri seseorang dan masyarakat sehingga membuat orang dan masyarakat jadi beradab. Pendidikan bukan merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan saja, tetapi lebih luas lagi yakni sebagai sarana pembudayaan dan penyaluran nilai (enkulturisasi dan sosialisasi). Anak harus mendapatkan pendidikan yang menyentuh dimensi dasar kemanusiaan. Dimensi kemanusiaan itu mencakup sekurang-kurangnya tiga hal paling mendasar, yaitu: (1) afektif yang tercermin pada kualitas keimanan, ketakwaan, akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur serta kepribadian unggul, dan kompetensi estetis; (2) kognitif yang tercermin pada kapasitas pikir dan daya intelektualitas untuk menggali dan mengembang-kan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi; dan (3) psikomotorik yang tercermin pada kemampuan mengembangkan keterampilan teknis, kecakapan praktis, dan kompetensi kinestetis.
Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah “bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak”. Adapun berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak”. Menurut Tadkiroatun Musfiroh (UNY, 2008), karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia.
Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (pemangku pendidikan) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga sekolah/lingkungan. Di samping itu, pendidikan karakter dimaknai sebagai suatu perilaku warga sekolah yang dalam menyelenggarakan pendidikan harus berkarakter. Jadi dapat di katakan pula Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif.
Terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu:
1. Karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya.
2. Kemandirian dan tanggungjawab.
3. Kejujuran/amanah, diplomatis
4. Hormat dan santun.
5. Dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama.
6. Percaya diri dan pekerja keras
7. Kepemimpinan dan keadilan.
8. Baik dan rendah hati.
9. Toleransi, kedamaian, dan kesatuan.
Kesembilan pilar karakter itu, diajarkan secara sistematis dalam model pendidikan holistik menggunakan metode knowing the good, feeling loving the good, dan acting the good. Knowing the good bisa mudah diajarkan sebab pengetahuan bersifat kognitif saja. Setelah knowing the good harus ditumbuhkan feeling loving the good, yakni bagaimana merasakan dan mencintai kebajikan menjadi engine yang bisa membuat orang senantiasa mau berbuat sesuatu kebaikan. Sehingga tumbuh kesadaran bahwa, orang mau melakukan perilaku kebajikan karena dia cinta dengan perilaku kebajikan itu. Setelah terbiasa melakukan kebajikan, maka acting the good itu berubah menjadi kebiasaan.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Guru membantu membentuk watak peserta didik. Hal ini mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru, cara guru berbicara atau menyampaikan materi, bagaimana guru bertoleransi, dan berbagai hal terkait lainnya.
Ki Hadjar Dewantara dari Taman Siswa di Yogyakarta bulan Oktober 1949 pernah berkata bahwa “Hidup haruslah diarahkan pada kemajuan, keberadaban, budaya, dan persatuan”. Sedangkan menurut Prof. Wuryadi, manusia pada dasarnya baik secara individu dan kelompok, memiliki apa yang jadi penentu watak dan karakternya yaitu dasar dan ajar. Dasar dapat dilihat sebagai apa yang disebut modal biologis (genetik) atau hasil pengalaman yang sudah dimiliki (teori konstruktivisme), sedangkan ajar adalah kondisi yang sifatnya diperoleh dari rangkaian pendidikan atau perubahan yang direncanakan atau diprogram.
2.2 PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER PADA USIA DINI
Pendidikan karakter pada anak usia dini , dewasa ini sangat di perlukan di karenakan saat ini Bangsa Indonesia sedang mengalami krisis karakter dalam diri anak bangsa. Karakter di sini adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang , bepikir, bersikap dan bertindak. Kebajikan tersebut berupa Sejumlah nilai moral, dan norma, seperti jujur, berani bertindak, dapat dipercaya, hormat pada orang lain, disiplin, mandiri, kerja keras, kreatif.
Berbagai permasalahan yang melanda bangsa be¬la¬kangan ini ditengarai karena jauhnya kita dari karakter. Jati diri bangsa seolah tercabut dari akar yang sesungguhnya. Se-hingga pendidikan karak¬ter menjadi topik yang hangat di bicarakan belakangan ini. Menurut Prof Suyanto Ph.D karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mem¬pertang¬gungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.
Pembentukan karakter meru¬pakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia. Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 itu bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama.
Pendidikan karakter di nilai sangat penting untuk di mulai pada anak usia dini karena pendidikan karakter adalah proses pendidikan yang ditujukan untuk mengembangkan nilai, sikap, dan perilaku yang memancarkan akhlak mulia atau budi pekerti luhur. Nilai-nilai positif dan yang seharusnya dimiliki seseorang menurut ajaran budi pekerti yang luhur adalah amal saleh, amanah, antisipatif, baik sangka, bekerja keras, beradab, berani berbuat benar, berani memikul resiko, berdisiplin, berhati lapang, berhati lembut, beriman dan bertaqwa, berinisiatif, berkemauan keras, berkepribadian, berpikiran jauh ke depan, bersahaja, bersemangat, bersifat konstruktif, bersyukur, bertanggung jawab, bertenggang rasa, bijaksana, cerdas, cermat, demokratis, dinamis, efisien, empati, gigih, hemat, ikhlas, jujur, kesatria, komitmen, kooperatif, kosmopolitan (mendunia), kreatif, kukuh hati, lugas, mandiri, manusiawi, mawas diri, mencintai ilmu, menghargai karya orang lain, menghargai kesehatan, menghargai pendapat orang lain, menghargai waktu, patriotik, pemaaf, pemurah, pengabdian, berpengendalian diri, produktif, rajin, ramah, rasa indah, rasa kasih sayang,rasa keterikatan, rasa malu, rasa memiliki, rasa percaya diri, rela berkorban, rendah hati, sabar, semangat kebersamaan, setia, siap mental, sikap adil, sikap hormat, sikap nalar, sikap tertib, sopan santun, sportif, susila, taat asas, takut bersalah, tangguh, tawakal, tegar, tegas, tekun, tepat janji, terbuka, ulet, dan sejenisnya.
Sejatinya pendidikan karakter ini memang sangat penting dimulai sejak dini. Sebab falsafah menanam sekarang menuai hari esok adalah sebuah proses yang harus dilakukan dalam rangka membentuk karakter anak bangsa. Pada usia kanak-kanak atau yang biasa disebut para ahli psikologi sebagai usia emas (golden age) terbukti sangat menen¬tukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50 persen variabilitas kecer¬dasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia empat tahun. Peningkatan 30 persen berikutnya terjadi pada usia delapan tahun, dan 20 persen sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua.
Dari sini, sudah sepatutnya pendidikan karakter dimulai dari dalam keluarga, yang merupakan lingkungan pertama bagi pertum¬buhan karakter anak. Setelah keluar¬ga, di dunia pendidikan karakter ini sudah harus menjadi ajaran wajib sejak sekolah dasar.
Anak-anak adalah generasi yang akan menentukan nasib bangsa di kemudian hari. Karakter anak-anak yang terbentuk sejak sekarang akan sangat menentukan karakter bangsa di kemudian hari. Karakter anak-anak akan terbentuk dengan baik, jika dalam proses tumbuh kembang mereka mendapatkan cukup ruang untuk mengekspresikan diri secara leluasa.
2.3 PERAN GURU DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH
Dalam pengembangan karakter peserta didik di sekolah, guru memiliki posisi yang strategis sebagai pelaku utama. Guru merupakan sosok yang bisa ditiru atau menjadi idola bagi peserta didik. Guru bisa menjadi sumber inpirasi dan motivasi peserta didiknya. Sikap dan prilaku seorang guru sangat membekas dalam diri siswa, sehingga ucapan, karakter dan kepribadian guru menjadi cermin siswa. Dengan demikian guru memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan bermoral. Tugas-tugas manusiawi itu merupakan transpormasi, identifikasi, dan pengertian tentang diri sendiri, yang harus dilaksanakan secara bersama-sama dalam kesatuan yang organis, harmonis, dan dinamis.
Ada beberapa strategi yang dapat memberikan peluang dan kesempatan bagi guru untuk memainkan peranannya secara optimal dalam hal pengembangan pendidikan karakter peserta didik di sekolah, sebagai berikut :
1. Optimalisasi peran guru dalam proses pembelajaran. Guru tidak seharusnya menempatkan diri sebagai aktor yang dilihat dan didengar oleh peserta didik, tetapi guru seyogyanya berperan sebagai sutradara yang mengarahkan, membimbing, memfasilitasi dalam proses pembelajaran, sehingga peserta didik dapat melakukan dan menemukan sendiri hasil belajarnya.
2. Integrasi materi pendidikan karakter ke dalam mata pelajaran. Guru dituntut untuk perduli, mau dan mampu mengaitkan konsep-konsep pendidikan karakter pada materi-materi pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampunya. Dalam hubungannya dengan ini, setiap guru dituntut untuk terus menambah wawasan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pendidikan karakter, yang dapat diintergrasikan dalam proses pembelajaran.
3. Mengoptimalkan kegiatan pembiasaan diri yang berwawasan pengembangan budi pekerti dan akhlak mulia. Para guru (pembina program) melalui program pembiasaan diri lebih mengedepankan atau menekankan kepada kegiatan-kegiatan pengembangan budi pekerti dan akhlak mulia yang kontekstual, kegiatan yang menjurus pada pengembangan kemampuan afektif dan psikomotorik.
4. Penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya karakter peserta didik. Lingkungan terbukti sangat berperan penting dalam pembentukan pribadi manusia (peserta didik), baik lingkungan fisik maupun lingkungan spiritual. Untuk itu sekolah dan guru perlu untuk menyiapkan fasilitas-fasilitas dan melaksanakan berbagai jenis kegiatan yang mendukung kegiatan pengembangan pendidikan karakter peserta didik.
5. Menjalin kerjasama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam pengembangan pendidikan karakter. Bentuk kerjasama yang bisa dilakukan adalah menempatkan orang tua peserta didik dan masyarakat sebagai fasilitator dan nara sumber dalam kegiatan-kegiatan pengembangan pendidikan karakter yang dilaksanakan di sekolah.
6. Menjadi figur teladan bagi peserta didik. Penerimaan peserta didik terhadap materi pembelajaran yang diberikan oleh seorang guru, sedikit tidak akan bergantung kepada penerimaan pribadi peserta didik tersevut terhadap pribadi seorang guru. Ini suatu hal yang sangat manusiawi, dimana seseorang akan selalu berusaha untuk meniru, mencontoh apa yang disenangi dari model/pigurnya tersebut. Momen seperti ini sebenarnya merupakan kesempatan bagi seorang guru, baik secara langsung maupun tidak langsung menanamkan nilai-nilai karakter dalam diri pribadi peserta didik. Dalam proses pembelajaran, intergrasi nilai-nilai karakter tidak hanya dapat diintegrasikan ke dalam subtansi atau materi pelajaran, tetapi juga pada prosesnya
Dalam uraian di atas menggambarkan peranan guru dalam pengembangan pendidikan karakter di sekolah yang berkedudukan sebagai katalisator atau teladan, inspirator, motivator, dinamisator, dan evaluator. Dalam berperan sebagai katalisator, maka keteladanan seorang guru merupakan faktor mutlak dalam pengembangan pendidikan karakter peserta didik yang efektif, karena kedudukannya sebagai figur atau idola yang ditiru oleh peserta didik. Peran sebagai inspirator berarti seorang guru harus mampu membangkitkan semangat peserta didik untuk maju mengembangkan potensinya. Peran sebagai motivator, mengandung makna bahwa setiap guru harus mampu membangkitkan spirit, etos kerja dan potensi yang luar biasa pada diri peserta didik. Peran sebagai dinamisator, bermakna setiap guru memiliki kemampuan untuk mendorong peserta didik ke arah pencapaian tujuan dengan penuh kearifan, kesabaran, cekatan, cerdas dan menjunjung tinggi spiritualitas. Sedangkan peran guru sebagai evaluator, berarti setiap guru dituntut untuk mampu dan selalu mengevaluasi sikap atau prilaku diri, dan metode pembelajaran yang dipakai dalam pengembangan pendidikan karakter peserta didik, sehingga dapat diketahui tingkat efektivitas, efisiensi, dan produktivitas programnya.
Dengan demikian berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam konteks sistem pendidikan di sekolah untuk mengembangkan pendidikan karakter peserta didik, guru harus diposisikan atau memposisikan diri pada hakekat yang sebenarnya, yaitu sebagai pengajar dan pendidik, yang berarti disamping mentransfer ilmu pengetahuan, juga mendidik dan mengembangkan kepribadian peserta didik melalui intraksi yang dilakukannya di kelas dan luar kelas.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
1. Pengertian pendidikan karakter
Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai “the deliberate use of all dimensions of school life to foster optimal character development”. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (pemangku pendidikan) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga sekolah/lingkungan. Di samping itu, pendidikan karakter dimaknai sebagai suatu perilaku warga sekolah yang dalam menyelenggarakan pendidikan harus berkarakter.
2. Pendidikan karakter pada anak usia dini di nilai sangat penting karena anak-anak adalah generasi yang akan menentukan nasib bangsa di kemudian hari. Karakter anak-anak yang terbentuk sejak sekarang akan sangat menentukan karakter bangsa di kemudian hari. Pada usia kanak-kanak atau yang biasa disebut para ahli psikologi sebagai usia emas (golden age) terbukti sangat menen¬tukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50 persen variabilitas kecer¬dasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia empat tahun. Peningkatan 30 persen berikutnya terjadi pada usia delapan tahun, dan 20 persen sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua. Pada usia inilah proses pendidikan karakter di mulai proses pendidikan yang ditujukan untuk mengembangkan nilai, sikap, dan perilaku yang memancarkan akhlak mulia atau budi pekerti luhur. Nilai-nilai positif dan yang seharusnya dimiliki seseorang menurut ajaran budi pekerti yang luhur adalah amal saleh, amanah, antisipatif, baik sangka, bekerja keras, beradab, berani berbuat benar, berani memikul resiko, berdisiplin, berhati lapang, berhati lembut, beriman dan bertaqwa, berinisiatif, berkemauan keras, berkepribadian, berpikiran jauh ke depan, bersahaja, bersemangat, bersifat konstruktif, bersyukur, bertanggung jawab, bertenggang rasa, bijaksana, cerdas, cermat, demokratis, dinamis, efisien, empati, gigih, hemat, ikhlas, jujur, kesatria, komitmen, kooperatif, kosmopolitan (mendunia), kreatif, kukuh hati, lugas, mandiri, manusiawi, mawas diri, mencintai ilmu, menghargai karya orang lain, menghargai kesehatan, menghargai pendapat orang lain, menghargai waktu, patriotik, pemaaf, pemurah, pengabdian, berpengendalian diri, produktif, rajin, ramah, rasa indah, rasa kasih sayang,rasa keterikatan, rasa malu, rasa memiliki, rasa percaya diri, rela berkorban, rendah hati, sabar, semangat kebersamaan, setia, siap mental, sikap adil, sikap hormat, sikap nalar, sikap tertib, sopan santun, sportif, susila, taat asas, takut bersalah, tangguh, tawakal, tegar, tegas, tekun, tepat janji, terbuka, ulet, dan sejenisnya.
3. Peran guru dalam pendidikan karakter untuk peserta didik di sekolah ialah , guru memiliki posisi yang strategis sebagai pelaku utama. Guru merupakan sosok yang bisa ditiru atau menjadi idola bagi peserta didik. Guru bisa menjadi sumber inpirasi dan motivasi peserta didiknya. Sikap dan perilaku seorang guru sangat membekas dalam diri siswa, sehingga ucapan, karakter dan kepribadian guru menjadi cermin siswa. Dengan demikian guru memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan bermoral. Tugas-tugas manusiawi itu merupakan transpormasi, identifikasi, dan pengertian tentang diri sendiri, yang harus dilaksanakan secara bersama-sama dalam kesatuan yang organis, harmonis, dan dinamis.
3.2 SARAN
Penulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna , oleh karena itu Penulis sangat mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca dan dosen pembimbing , agar dalam pembuatan makalah ke depannya dapat lebih baik.
Minggu, 06 Oktober 2013
Kuliah Sambil Kerja di STKIP Kusuma Negara
Lokasi : Cijantung Jakarta Timur
Rute : Dari Blok M naik angkutan umum jurusan Kp. Rambutan atau psr. Rebu, sesampai di Kp. Rambutan naik mikro mini 37 atau 112 turun di Soedirman. belakang Graha Cijantung tepat...

Murah, dapat sambil kerja pastinya, truz,,,, yang paling enak, biz pulang kuliah bisa shoping dech tu.....
hehe, buka wabsitenya di www.stkipkusumanegara.ac.id
Rute : Dari Blok M naik angkutan umum jurusan Kp. Rambutan atau psr. Rebu, sesampai di Kp. Rambutan naik mikro mini 37 atau 112 turun di Soedirman. belakang Graha Cijantung tepat...

Murah, dapat sambil kerja pastinya, truz,,,, yang paling enak, biz pulang kuliah bisa shoping dech tu.....
hehe, buka wabsitenya di www.stkipkusumanegara.ac.id
Jalan Berdarah
Sepi bumi tanpa senyum sang pencerah
Sunyinya malam tanpa sang pemimpi
Sayunya hati tanpa sang pengabdi
Sahdaunya hati tanpa sang penari
Serdadu hilang karna jejak tak telusur,
Senapan musnah karna badai yang tak kunjung melebur
Cinta dan amarah kian tersimpan dalam relungan
Hingga bumi tak bersuara lagi
Dapatkan kisahku yang tak berkias
Dalam lembayu bernanah penuh derita..
Musnah,
Musnah harapan berlabuh arang mengikis luka
Sang pencerah hilang karna enggan utk berjumpa
Hati terlena akan dunia fana
Kini sang pemimpilah yang berkuasa
Musnah,
Musnah harapan berlabuh arang menggali luka
Sang pengapdi kini berlari mengejar angan
Jalan berdarah karena luka tak berbekas
Hingga sang penari kini rentan tak berdaya
Jalan panjang kini tiada ujung,
Karena luka pemimpin menabur dosa...
Sunyinya malam tanpa sang pemimpi
Sayunya hati tanpa sang pengabdi
Sahdaunya hati tanpa sang penari
Serdadu hilang karna jejak tak telusur,
Senapan musnah karna badai yang tak kunjung melebur
Cinta dan amarah kian tersimpan dalam relungan
Hingga bumi tak bersuara lagi
Dapatkan kisahku yang tak berkias
Dalam lembayu bernanah penuh derita..
Musnah,
Musnah harapan berlabuh arang mengikis luka
Sang pencerah hilang karna enggan utk berjumpa
Hati terlena akan dunia fana
Kini sang pemimpilah yang berkuasa
Musnah,
Musnah harapan berlabuh arang menggali luka
Sang pengapdi kini berlari mengejar angan
Jalan berdarah karena luka tak berbekas
Hingga sang penari kini rentan tak berdaya
Jalan panjang kini tiada ujung,
Karena luka pemimpin menabur dosa...
Langganan:
Postingan (Atom)
